Belajar dari Jawa Barat, Penuhi Kebutuhan Informasi Bagi Generasi Millennial

(Baliekbis.com), Pesatnya perkembangan teknologi informasi berdampak pada budaya generasi millennial dalam menyerap informasi. Melalui teknologi yang makin canggih, mereka dengan mudah mengakses informasi dari berbagai media online. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Daerah dituntut melakukan berbagai inovasi dalam menyebarluaskan informasi sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Terkait hal itu, Selasa (23/4), Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menggandeng sejumlah awak media berkunjung ke Biro Humas dan Protokol Setda Jawa Barat guna bertukar informasi pelayanan kehumasan. Jawa Barat dipilih sebagai tujuan studi banding karena di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, daerah ini memiliki banyak inovasi dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai inovasinya, Jabar berhasil merangkul generasi millennial dalam memahami program pemerintah yang sedang berjalan. 

Rombongan wartawan dari Bali yang berjumlah 31 orang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali A.A Ngurah Oka Sutha Diana, diterima secara langsung oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Jawa Barat Ir. Hermasyah, Msi. 

Dalam kesempatan itu, Hermansyah mengungkapkan bahwa humas pemeritah daerah memiliki peran yang semakin penting dalam menyebarkan informasi. Menurut dia, tanpa humas, program-program pemerintah tidak akan tersosialisasikan dengan baik. “Humas adalah jembatan antara pemerintah dengan publik. Maka humas harus paham mengelola dan menyebarkan informasi yang baik untuk publik,” ucapnya. Secara teknis, Humas Jabar tidak bekerja sendiri melainkan menggandeng CSR dan komunitas- komunitas di wilayah itu untuk ikut mensosialisasikan program pemerintah. “Selain itu kami juga memiliki sejumlah inovasi seperti quick response terhadap aduan masyarakat, Public Relations Kopi Event, Jabar Punya Informasi dan juga terobosan Gubernur Jabar yaitu Ajudan Magang,” bebernya. 

Menurutnya, program “Ajudan Magang” sangat efektif dalam menyebarkan informasi dengan teknik bola salju, dimana anak-anak muda dari seluruh Indonesia berusia 17-25 tahun dan memiliki followers Instagram lebih dari 1000 dapat mengikuti seleksi ajudan magang Gubenur Jabar. Mereka yang terpilih, akan bertugas sebagai ajudan selama 1 minggu untuk mengikuti gubernur dalam menjalankan tugasnya. Dengan pola ini, anak-anak muda tahu dan mengerti tugas dari seorang pemimpin. Sejauh ini, ia mengatakan bahwa program ajudan magang sangat efektif menarik generasi millennial agar lebih mengenal program pemerintahan. 

Menanggapi hal itu, Asisten Wayan Suarjana menyampakaian apresiasi terhadap terobosan yang telah dilaksanakan Humas Pemprov Jabar. Menurutnya, figur Gubernur Ridwan Kamil yang sangat dekat dengan kaum millennial, memudahkan sosialisasi program-program pemerintah. Ia berharap,  Pemprov Bali dapat mengadopsi terobosan-terobosan yang dilakukan Pemprov Jabar guna membangun pelayanan informasi Humas yang lebih baik. (ist)