Banjar Eka Dharma Gelar Caru Balik Sumpah

(Baliekbis.com), Bertepatan dengan rahina Buda Paing Wariga, Rabu (4/10), Krama Banjar Eka Dharma, Desa Pakraman Pagan, Sumerta Kauh, Denpasar Timur menggelar Upacara Rsi Gana, Caru Balik Sumpah, Mupuk Pedagingan dan Mlaspas Awig- Awig. Upacara ini merupakan rangkaian Karya yang telah digelar Krama Banjar setempat sejak 5 September lalu. Pelaksanaan karya dihadiri langsung Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IGN. Bagus Mataram, Camat Dentim, Dewa Made Puspawan dan disambut hangat ratusan krama Banjar setempat. Rangkaian upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Siwa Keramas dan Ida Pedanda Istri Jelantik Gianyar dari Grya Buda Batuan.

Usai melaksanakan persembahayangan bersama, Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan pelaksanaan karya ini dapat berjalan dengan baik. “Pelaksanaan yadnya harus dilaksanakan berdasarkan rasa tulus ikhlas dan kerjasama yang baik antara seluruh krama yang melaksanakannya, dengan begitu tentu akan membawa hal yang baik bagi seluruh krama yang berpartisipasi didalamnya” ujar Rai Mantra. Bersamaan dengan hal itu, Walikota Rai Mantra juga menandatangani prasasti disaksikan krama banjar setempat.

Lebih lanjut,  Ketua Panitia Karya A.A Gede Alit Palguna didampingi Kelihan Adat, I Ketut Ambara Negara menjelaskan bahwa rangkaian upacara ini sudah dimulai sejak Anggara Pon Ukir (5/9) diisi dengan kegiatan matur piuning. Upacara kemudian dilanjutkan pada Buda Pon Tolu (20/9) diisi dengan kegiatan nuasen, nyukat genah, nanceb taring lan orti, kemudian dilanjutkan pada Redite Paing Gumbreg (24/9) dengan kegiatan ngulapin tetaring.

Pada Buda Kliwon Gumbreg (27/9) upacara dilanjutkan dengan kegiatan nunas pancaka tirta, dilanjutkan pada Saniscara Pon Gumbreg (30/09) diisi kegiatan negtegan, ngungahang sunari lan orti nunas tirta kahyangan tiga lan tirta pengalang. Dilanjutkan pada Buda Paing Wariga diisi Rsi Gana, Caru Balik Sumpah, Mupuk Pedagingan dan Mlaspas Awig- Awig. Pelaksanaan melasti pada Wrespati Pon Wariga (5/10), dan puncak karya, piodalan dan padudusan alit yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wariga (7/10), serta dilanjutkan nganyarin pada Redite Umanis Warigadian (8/10) dan  Soma Paing Warigadian (9/10), serta upacara Nyineb dan Nyegara Gunung pada Anggara Pon Warigadian 10 Oktober 2017. “Terkait dengan pelaksanaan karya ini, persiapan sudah dilakukan sejak 3 bulan yang lalu dengan melakukan paruman dengan seluruh elemen masyarakat dan besar harapan upacara ini berjalan dengan labda karya”, Ungkap A.A Gede Alit Palguna. (esa)