Bandesa Agung Apresiasi Pasikian Pacalang Bali: Pade Baret Menjaga Bali

(Baliekbis.com), Upaya menjaga Bali tetap tertib dan aman, melalui sinergi Pasikian Pacalang Bali dan Kepolisian tampak dalam pengamanan demo Tolak Undang Undang Cipta Kerja kemarin, Kamis (22/10).

Proses nedunang Pacalang dengan dikoordinir oleh Manggala dan Prajuru Pasikian Pacalang Bali yang terdiri atas Pasikian Pacalang dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar dan Kabupaten Tabanan dengan total personil sejumlah 437 Pacalang, berdasarkan Permintaan dari Kepolisian Daerah Bali Nomor B/7008/X/OPS.4.5/2020/Ditbinmas yang ditujukan kepada Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali.

Hal ini disambut baik sebagai sebuah sinergitas formal untuk mewujudkan pola pengamanan terpadu berbasis kearifan lokal dan adat Bali.

Permintaan dari Kepolisian Daerah Bali itu sendiri dilanjutkan dengan penerbitan Surat Tugas Bandesa Agung kepada Manggala dan Prajuru Pasikian Pacalang Bali serta Penugasan kepada Bandesa Madya Kabupaten /Kota terkait untuk mengirimkan Pacalang dari soang-soang Desa Adat yang sudah diatur sedemikian rupa dengan Protokol Kesehatan COVID 19 yang ketat.

Meskipun awalnya ada nada sumbang dari elemen masyarakat yang melakukan demo, namun keberadaan Pacalang sendiri, mampu memberikan nuansa lain dan mendudukkan fungsi dari Pacalang sendiri sebagai frontliner penjaga keamanan berbasis wewidangan dengan kearifan lokal adat Bali sendiri.

Hal ini disampaikan oleh Jro I Made Mudra, Manggala Pasikian Pacalang Bali yang terjun langsung untuk mengkoordinir dan melakukan pemantauan serta memastikan sinergitas di lapangan berjalan baik. “Pasikian Pacalang Bali yang terdiri atas Pacalang Desa Adat dan Prajuru Pasikian Pacalang MDA Provinsi Bali demikian bersemangat dan penuh energi ketika bersama-sama di lapangan membangun sinergitas menjaga Bali dengan kepolisian,” jelasnya.

Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dalam keterangannya menyambut baik sinergi yang dilakukan karena Bali akan menampilkan nuansa yang berbeda dalam upaya cipta kondisi keamanan dan ketertiban seperti pengamanan demo oleh mahasiswa dan elemen masyarakat dimaksud. “Ratu sudah sampaikan, bahwa MDA bersama Pasikian Pacalang Bali, akan menjaga Bali tanpa syarat, artinya seluruh Pacalang Bali siap bersinergi pade baret bersama dengan aparat hukum serta elemen masyarakat lain,” tegasnya.

Pasikian Pacalang Bali yang sudah hadir sejak pagi dengan diawali proses koordinasi final di Gedung Lila Graha MDA Provinsi Bali, dan dilanjutkan dengan koordinasi teknis di lapangan bersama pihak kepolisian, akhirnya membubarkan diri pada pukul 19.00 Wita setelah situasi dan kondisi aman, serta pendemo telah membubarkan diri dengan tertib. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: