Bali Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia Liong, Galang Dana Lewat Penjualan Kupon Bazaar

(Baliekbis.com), Tim Liong Bali mendapat kehormatan mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia ‘Dragon & Lion Dance Championship’ pada 16-17 Juni mendatang. Di negeri Jiran, atraksi tarian naga dari Pulau Dewata ini akan bersaing dengan sedikitnya enam negara, di antaranya Cina, Singapura, Vietnam, Hongkong, Myanmar dan tuan rumah Malaysia. “Kami menargetkan bisa masuk tiga besar,” tegas Ketua Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Provinsi Bali, Alam Wijaya, Kamis (7/6). Keikutsertaan Bali ditunjuk oleh Pengurus Besar PLBSI berpusat di Jakarta. Khusus untuk liang liong dipercayakan kepada Bali, sedangkan kategori Barongsai dipercayakan kepada Bangka. Ditunjuknya Bali sendiri tak lepas dari berbagai kiprah dan prestasi tim Liong Pulau Dewata di berbagai event nasional dan internasional.

Tim Liong Bali pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2015 meraih prestasi peringkat ke-3 nasional kategori Liong Tradisional. Lalu pada 2016 tampil di Hongkong World Dragon Dance Luminous Championship serta TAFISA (The Association For International Sport All) di Jakarta. “Di Malaysia, kami akan mengikuti dua kategori, yakni liong naga tradisional (akrobatik) dan kategori liong malam menggunakan lampu ultraviolet (luminous),” kata Alam Wijaya. Untuk memenuhi target berbicara banyak di event dunia dan menembus posisi tiga besar, tim Liang Liong Bali berlatih intensif dan dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan frekuensi latihannya menjadi setiap hari. “Kami menyiapkan 14 atlet, tapi jumlah ini akan disusutkan menjadi 11 saat bertolak ke Malaysia,” kata Alam yang juga aktif di Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Bali.

Setiap sore hingga petang, para atlet yang membawa nama negara ini berlatih di kawasan Monumen Bajra Sandhi. Durasi latihan biasa dilakukan 2 hingga 3 jam dan menjadi hiburan tambahan bagi warga kota Denpasar yang berolahraga atau bersantai di salah satu landmark Bali tersebut. “Latihan dilakukan setiap hari di Lapangan Renon, karena belum adanya fasilitas tempat untuk berlatih,” ungkap Alam. Menariknya, atlet yang disiapkan berasal dari berbagai latar belakang maupun usia. Mulai dari SD hingga latar belakang sudah bekerja. Di antara nama yang disiapkan terlihat Lay Pin Mung, siswa kelas VI SD Tegal Jaya Dalung dan Ni Luh Putu Wikan Sarda Anggraeni yang baru naik kelas VI di SDN 10 Pemecutan Denpasar.

Di sisi lain, Alam Wijaya mengaku masih putar otak untuk keberangkatan wakil Bali ke Malaysia. Diakui ada kendala pendanaan yang dihadapi timnya. Untuk itulah, PLBSI Bali melakukan penggalangan dana melalui kupon bazaar untuk mendukung sukses tim Bali dalam kejuaraan dunia mendatang.
“Kupon bazaar ini Rp 30.000 per lembar bisa ditukar dengan menu nasi Fortunate, nasi goreng, mie Happy atau Mie Fortunate di Fortunate Coffee Bali Jalan Gunung Soputan Denpasar. Bagi yang booking dinner minimal 50 orang akan mendapat free pertunjukan barongsai selama 30 menit,” janjinya. Terkait pemesanan kupon bazaar maupun informasi lainnya, Alam mempersilakan krama Bali untuk menghubungi nomor telepon 081999387008. “Partisipasi masyarakat akan sangat berguna bagi persiapan kami yang akan berangkat ke Malaysia,” imbuh Alam. Adapun Kontingen Bali yang dipersiapkan untuk World Dragon & Lion Dance Championship 2018 yakni sebagai Team Leader Alam Wijaya, Pelatih Merrysia Wijaya dan  atlet yakni Fanandy Salim, I Made Putra, I Wayan Kobra, I Putu Eka Sanjaya, Matthew Hendranata,
Steffanie Aileen Anabel, Lisa Dwi Kayanti, SE, Lay Pin Mung, Muhammad Sulchan, I Komang Murah Rejeki, Gabriel Kenzie Salim,  Melinda Elvaretta Salim, Ni Luh Putu Wikan Sarda Anggraeni dan Ni Nyoman Sariani SPd. (ist)