Bali Terancam Kekeringan hingga November, 78 Hektar Padi Gagal Panen

(Baliekbis.com),Faktor iklim adalah salah satu kendala utama dalam berusahatani. Musim kemarau yang berkepanjangan berdampak pada matinya tanaman karena kekurangan air.

Di lain pihak hujan yang berlebih pada saat musim hujan juga dapat berakibat kematian tanaman karena terendam air. “Tanaman padi sawah adalah tanaman paling peka terhadap Dampak Perubahan Iklim (DPI),” ujar Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bali Ir. IB Wisnuardhana,M.Si., Senin (9/9/2019) di Denpasar.

Perioda April – September 2019 adalah perioda musim kemarau di beberapa wilayah di Indonesia termasuk di Bali. Dan diprediksi oleh Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Provinsi Bali musim kemarau di Bali akan terjadi sampai Oktober/November 2019.

Berbagai upaya antisipasi oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DISTPH-BUN) Provinsi Bali telah dilakukan untuk meminimalisir kerusakan tanaman padi akibat kekeringan ini. Di antaranya dengan mengidentifikasi subak-subak yang berpotensi mengalami kekeringan dan pembinaan untuk upaya-upaya antisipasi. Mengimbau untuk menyesuaikan pola tanam, dengan menanam lebih banyak palawija yang relatif tahan kering. “Dinas juga menyalurkan 13 unit bantuan pompa air dan mengasuransikan padi melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 15.000 Ha,” ujar Ir. Wisnuardhana.

Luas tanam padi yang berdampak kekeringan periode April – September 2019 di Provinsi Bali tercatat seluas 277,3 Ha, dengan rincian intensitas kerusakan ringan 150,45 Ha, sedang 49 Ha, berat 26,8 Ha dan puso/gagal panen 78 Ha.

Kerusakan tanaman dengan intensitas puso terjadi di 5 subak di Kabupaten Jembrana yaitu Subak Manistutu Timur, Desa Manistutu Kec. Melaya 10 ha, Subak Manistutu Barat, Desa Manistutu, Kec. Melaya 15 ha, Subak Sombang, Desa Tukadaya Kec. Melaya 6 ha, Subak Pangkung Jaka, Desa Tukadaya Kec. Melaya 8 ha, dan terluas Subak Benel Desa Kaliakah, Kec. Negara seluas 35 ha.

Terhadap subak-subak yang terdampak kekeringan dengan intensitas berat dan puso akan diberikan kompensasi berupa bantuan benih padi untuk ditaman saat musim hujan bulan Okrober/November 2019, telah disiapkan bantuan bibit padi sebanyak 250 ton, untuk luasan 10.000 Ha. Bagi Kab./Kota yang berencana memberikan bantuan bibit padi untuk kompensasi kepada subak-subak yang mangalami kekeringan agar segera berkoordinasi dengan DISTPH-BUN Provinsi Bali. (dwi)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: