Bali Startup Camp 2018 di STMIK Primakara, Ajak Bangun Startup Teknologi dalam Tiga Hari

(Baliekbis.com), Bali Startup Camp (BSC) 2018 kembali digelar di Kampus STMIK Primakara, Jalan Tukad Badung, Denpasar, 19-21 Oktober 2018. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa ataupun masyarakat umum yang tertarik dengan dunia startup (usaha rintisan) teknologi dan ingin menjadi technopreneur (enterpreneur di bidang teknologi) akan diajak mengikuti workshop selama tiga hari penuh untuk kemudian membangun startup dalam sebuah tim.

“BSC 2018 ini mengajak para pesertanya untuk bisa mengeksekusi ide mereka menjadi solusi bisnis lewat inovasi digital,” ujar Ketua Yayasan Primakara dan Founder STMIK Primakara I Made Artana, Kamis (18/10).

Mereka juga akan difasilitasi untuk bisa bertemu dan membangun tim startup yang solid yang terdiri atas hustler (marketer/pemasar), hispster (desainer) dan hacker (programmer).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara baik dari kalangan akademisi serta praktisi dan founder startup serta pengusaha di ranah teknologi. Di antaranya Allesandra Fesillia Founder & CEO Atiko Building Center, Co-Founder & CTO Gringgo Febriana Pratama. Juga ada Founder & CTO Tanibox Asep Bagja, CEO Akarel Inti Media Dodi Putra Artawan, Founder Somia CX Sulistyawati, Co-Founder Sushi Azhari Dadas serta Co-Founder Medi-Call Stephanie Patricia.

“Kami harapkan BSC 2018 mampu melahirkan para founder startup dan technopreneur yang tangguh dari Bali khususnya juga dari STMIK Primakara yang mengusung positioning sebagai technopreneurship campus,” tambah Artana.

STMIK Primakara yang baru berdiri 4,5 tahun sejak awal mengusung visi mengembangkan technopreneurship atau kewirausahaan teknologi di Bali. Sebab ekonomi digital sedang booming saat ini dan antusias generasi muda bekerja di sektor IT atau menjadi founder startup teknologi juga sangat tinggi.

Maka salah satu peran strategis STMIK Primakara menyiapkan SDM dengan talent dan mindset digital serta technopreneurship. Sebab ilmu kewirausahaan digital dan konvensional sangat berbeda. “Kami mohon support Bali menjadi salah satu sentra ekonomi digital dan technopreneurship di Indonesia dan dunia dapat terwujud,” tandas Artana. (wbp)