Awal Juni, Semua Unit Bisnis Pak Oles Kembali Beroperasi

(Baliekbis.com), Semua unit bisnis Pak Oles yang bernaung di bawah bendera PT Karya Pak Oles Group kembali akan beroperasi awal Juni dengan masing-masing menerapkan panduan kerja, standard operating procedure (SOP) menyambut kedatangan konsumen dan meningkatkan kewaspadaan di tengah pandemi Covid-19. “Unit usaha untuk melayani masyarakat umum itu dilakukan secara bertahap yang diawali Pengoperasian Bokashi Therapy Pak Oles di Jl By Pas Ngurah Rai, Komplek Ruko Moleque Blok L Nomor 7 Pesanggaran, Denpasar Selatan, Jumat (22/5) dan Bokashi Farm 1 Juni 2020,” kata Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tikcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr di Denpasar, Selasa (26/5).

Pusat percontohan tanaman obat Bokashi Farm Pak Oles Green School yang dilengkapi dengan warung (restoran) yang berlokasi di Jl Waribang, Kesiman, Denpasar Timur akan buka dari lock down 1 Juni 2020. Demikian pula warung Bukit Hexon yang lokasinya diketinggian di atas Danau Buyan yang menawarkan keindahan panorama alam sambil menikmati makanan dan minuman itu juga segera beroperasi untuk melayani masyarakat dan wisatawan untuk istirahat sejenak di daerah yang berhawa sejuk itu.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19, Youtap Indonesia Catat Kenaikan Transaksi Non-tunai Sebesar 129 Persen

Sedangkan unit bisnis obat tradisional dalam berbagai kemasan Minyak Oles Bokashi, Minyak Tetes Bokashi, aneka jenis produk madu dan 14 jenis teh herbal Bukit Hexon tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19, namun aktivitasnya mengalami penurunan.
Untuk pabrik pupuk organik di Desa Bantas, Kabupaten Tabanan beroperasi seperti biasa. Pabrik itu produksi tiga jenis produk yakni pupuk padat Bokashi Kotaku, Tanah Subur dan pupuk cair Effective Microorganisme (EM4). Pupuk cair EM4 di pabrik Bantas dengan produksi 134 ton per bulan untuk menopang produksi pabrik di Desa Bengkel, Buleleng melayani kebutuhan konsumen hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Teknologi pupuk organik dan EM4 yang diterapkan di Bali tersebut merupakan hasil penelitian Prof Dr Teruo Higa selama 12 tahun bersama mahasiswa yang kuliah di Universitas Ryukyus Okinawa Jepang (1968-1980) kini telah diterapkan lebih dari 100 negara di belahan dunia, termasuk Indonesia.

Upaya dan kerja keras Prof Higa kini berbuah manis, karena Report and Recommendation USDA memberikan lampu hijau kepada seluruh dunia agar menggunakan teknologi EM untuk mengembalikan kesuburan tanah dan melakukan revitalisasi bumi. Pupuk ramah lingkungan berbasis teknologi Effektive Microorganisme hasil temuan Prof. Teruo Higa, guru besar Faculty Agriculture University of The Ryukyus Tokyo, Jepang menjadi cikal bakal penerapan pertanian organik secara meluas di Indonesia.(ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: