Angkat Kearifan Lokal, Menpora Apresiasi Senam Janger Emas Perdiknas

(Baliekbis.com), Yayasan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar menggelar parade “Senam Janger Emas Perdiknas” Minggu pagi (30/9) di halaman kantor Perdiknas Denpasar. Senam serangkaian memperingati Jubileum Emas (HUT ke-50) yang puncaknya pada 31 Desember mendatang ini diikuti 1.150 peserta dari tiga unit lembaga pendidikan di bawah Perdiknas yakni siswa maupun guru dan staf SMP Nasional Denpasar, SMK Teknologi Nasional serta mahasiswa maupun dosen dan staf Undiknas (Universitas Pendidikan Nasional) Denpasar.

Staf Ahli Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) Bidang Politik Dr. Yuni Poerwanti M.Pd.,yang hadir mewakili Menpora RI Imam Nahrawi mengapresiasi inovasi Perdiknas yang telah mengawali dan menjadi pionir untuk melahirkan Senam Janger Emas Perdiknas yang bermuatan kearifan lokal ini. Bahkan juga ikut berbaur bersama ribuan anggota keluarga besar Perdiknas melakukan gerak senam ini.

Kemeriahan pun tampak dari para peserta yang begitu semangat memperagakan gerak senam ini. Dalam parade Senam Janger Emas Perdiknas ini para pimpinan unit di bawah Perdiknas juga tampak hadir mulai dari pimpinan SMP Nasional Denpasar dan SMK Teknologi Nasional hingga pimpinan Undiknas seperti Wakil Rektor Undiknas Dr. I Nyoman Sri Subawa S.T., S.Sos., M.M., serta Direktur Sumber Daya Manusia Undiknas Dr. A. A. N. Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., M.M.

Kemenpora menilai jika setiap provinsi di Indonesia sadar terhadap muatan lokal seperti kehadiran senam ini justru upaya itu akan menumbuhkembangkan generasi muda yang gemar berolahraga. Hal itu juga akan menjadi awal menuju prestasi di bidang olahraga.

“Jadi kami imbau seluruh daerah dan provinsi di Indonesia agar mencontoh Perdiknas yamg berhasil mengangkat kearifan lokal melalui Senam Janger Emas ini,” ujar Yuni.

Ketua Perdiknas Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H.,M.M.,M.H.,selaku juga penggagas Senam Janger Emas Perdiknas ini berharap senam bisa diendorse secara nasional dan menjadi khasanah senam kearifan lokal Kemenpora. “Dengan demikian senam ini akan menjadi ikon Bali untuk nasional,” ujar Tini Gorda.

Diterangkan Senam Janger Emas Perdiknas telah melalui pengujian secara akademik kesehatan pada Program Studi Fisiologi Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Senam ini juga telah didaftarkan untuk mendapat Hak Atas Kekayaan lmelektual (HAKl) pada tanggal 16 Agustus 2018 ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Senam Janger Emas Perdiknas diharapkan akan menjadi ikon senam kearifan lokal yang diakui secara nasional melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Pemilihan nama “Janger Emas” sebagai nama senam kreasi yang bersumber dari kearifan lokal Bali. Janger adalah sebuah kesenian daerah Bali yang mempakan perpaduan antara ragam gerak dan irama lagu yang mengimplementasikan kesetaraan gender yang harmonis dan merupakan bentuk kesenian yang sangat popular di Bali.

Cara lain untuk bisa mensosialisasikan kesetaraan gender itu juga sangat penting melalui penciptaan karya senam “Janger Emas”. Melalui Senam “Janger Emas” yang mengangkat kearifan lokal ini diharapkan dapat menjadi ikon senam kearifan lokal yang akan dikenal masyarakat di Bali pada khususnya serta di nusantara pada umumnya, dengan perpaduan gerakan yang inovatif dan lagu pengiring yang lebih terstruktur dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan rohani. (wbp)