Amitaba: Pilih Pemimpin yang Paham Pariwisata Budaya

(Baliekbis.com), Bali tak bisa lepas dari pariwisata yang saat ini menjadi napas ekonomi masyarakat dan daerah. Namun pariwisata tak bisa diobral asal bisa mendatangkan uang. “Pariwisata harus dikelola dengan bijak apalagi pariwisata Bali ini bertumpu pada budaya dan religi,” jelas aktivis dan tokoh perbankan Made Arya Amitaba, M.M., Kamis (29/6/2017) di Gianyar. Untuk itu ke depan siapa pun yang memimpin Bali harus betul-betul paham dengan adat, budaya dan kehidupan masyarakatnya yang religius. “Kita jangan sampai salah memilih pemimpin karena alasan suka atau tidak suka. Sebab yang rugi nantinya adalah masyarakat itu sendiri. Memilih pemimpin mestinya berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan Bali ke depan yakni melestarikan Bali beserta adat dan budayanya,” jelasnya.

Apalagi pariwisata Bali itu bernapaskan adat dan budaya. Hal ini harus menjadi yang utama. Memang diakui Amitaba, pemimpin itu sifatnya politis dimana keputusannya condong ke politis. Dicontohkan pemimpin yang politis itu bisa memindahkan patung catur muka tanpa masalah. Tapi kalau investor jelas tak bisa. “Sah-sah saja memilih yang politis tapi yang penting memberikan manfaat lebih banyak kepada masyarakat bukan untuk golongan, partainya apalagi keluarganya,” jelasnya.

Made Arya Amitaba, M.M.

Amitaba melihat ajang Pilkada 2018 nanti perlu disosialisasikan secara luas agar dipahami masyarakat sehingga tak salah memilih pemimpinnya Jangan kita memilih karena suka atau tidak. Tapi pemimpin yang mengayomi masyarakat. Ia juga melihat minimnya kepedulian terkait kasus kekerasan yang terjadi di Bali yang memakan korban jiwa dan partumpahan darah. Banyak terjadi pertumpahan darah tapi tak ada upacara yang memadai untuk menyucikan tanah Bali. “Di kampung saja ketika ada perkelahian dilakukan caru.  Kok kasus-kasus besar seperti tak ada yang peduli. Padahal Bali ini erat dengan upacara, untuk tumbuh-tumbuhan, hewan dan lain-lain,” tambahnya. Di sector pariwisata sendiri, menurut Amitaba masalah sampah dan fasilitas pendukungnya di objek-objek wisata juga harus menjadi perhatian pemimpin Bali ke depan. Sebab harus diingat daerah lain juga gencar mempromosikan wilayahnya dengan berbagai kemudahan dan keunggulannya. (bas)