Amatra Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Jembrana

(Baliekbis.com), Anggota Badan Sosialisasi MPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra, MH menyapa warga di daerah pemilihan (dapil) melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Tuwed, Kecamatan Malaya, Kabupaten Jembrana – Bali, Rabu (4/8), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada masa Pandemi Covid-19 ini.

Legislator asal Partai GOLKAR ini menyosialisasikan empat pilar kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. AA Bagus Adhi Mahendra Putra, MH yang akrab disapa Amatra mengatakan bahwa 4 pilar itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, contoh riil individu yang menerapkan 4 pilar kebangsaan itu, misalnya tidak menyebarkan berita hoaks (bohong) bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), menggunakan sosial media dengan bijak, dan menggunakan teknologi digital untuk hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Indonesia sebagai negara besar dan kepulauan memiliki salah satu karakteristik kemajemukan, yaitu suku, budaya, dan agama. Untuk itu, perlu kesadaran bersama atas anugerah keberagaman tersebut yang dibungkus dalam 4 pilar kebangsaan. Hal ini bisa dipraktikkan melalui masyarakat paling bawah melalui agenda sosialisasi seperti ini,” kata Amatra yang juga Ketua Harian Depinas Soksi ini. Ia menjelaskan bahwa empat pilar kebangsaan itu menjadi tiang penyangga yang kokoh (soku guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

“Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh, bangunan akan mudah roboh. Demikian juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu memiliki tiang yang kokoh, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Amatra. Menurutnya, sosialisasi 4 pilar kebangsaan itu bersamaan dengan menyerap aspirasi dari masyarakat di Provinsi Bali Pasca PPKM Level 4 ini.

“Ini memang kegiatan sosdap (Sosialisasi Dapil), tetapi kali ini kami memilih sosialisasi kebangsaan, yaitu 4 pilar kebangsaan. Mengenai tamu undangan, yang datang itu dari tokoh masyarakat, dan perangkat Desa Tuwed, Kecamatan Malaya,” katanya.

Terakhir sebelum penutupan acara sosialisasi 4 pilar ini, sebagai wakil rakyat, Amatra menegaskan bahwa dirinya selalu menyempatkan untuk menerima aspirasi dan masukkan dari masyarakat yang bisa menjadi pertimbangannya dalam melakukan pengawasan, penyusunan UU, dan perjuangan anggaran APBN bagi Provinsi Bali . “Setiap kegiatan apapun, pasti selalu ada aspirasi masuk dari masyarakat, dan saya selalu menampung serta memperjuangkan tentunya, aspirasi atau masukan dari masyarakat itu,” kata dia. (ist)