‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’ Digelar di Hangzhou

(Baliekbis.com), Alibaba Business School*– lini edukasi Alibaba Group –  mengakselerasi upaya pemberdayaan transformasi digital di Indonesia dengan menyelenggarakan program ‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’ yang pertama. Inisiatif ini bertujuan untuk melatih para pengusaha lokal yang bergerak di bisnis digital maupun konvensional, untuk memanfaatkan inovasi digital agar dapat mentransformasi bisnis mereka dan pertumbuhan ekonomi negara.

Diselenggarakan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Inisiatif ini menjawab berbagai kebutuhan para pelaku usaha dari berbagai bidang untuk tetap kompetitif di era digital dan akan digelar di kantor pusat Alibaba di Hangzhou, Tiongkok dari 29 Juli hingga 7 Agustus 2019 dengan tenggat pendaftaran paling lambat 15 Juni 2019.

Program ‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’ adalah inisiatif terbaru dari Alibaba Business School untuk memberdayakan ekonomi digital dan sumber daya manusia di Indonesia. Indonesia adalah negara ketiga setelah Rwanda dan Malaysia yang dapat mengakses program Netpreneur Training ini. Sejak tahun 2018, Alibaba Business School telah mengadakan New Economy Workshop untuk pembuat kebijakan di Indonesia, program eFounders Fellowship untuk para pendiri startup di Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Alibaba Global Course, serta program-program pelatihan lainnya untuk pelaku bisnis Indonesia.

Brian A. Wong, Vice President of Global Initiatives, Alibaba Group, mengatakan: “Dalam program ‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’, kami menggunakan pembelajaran dari pengalaman Alibaba dan mitra-mitra dalam ekosistem Alibaba, serta merancang kurikulum khusus untuk Indonesia. Nantinya, peserta akan memperoleh pemahaman tentang faktor-faktor keberhasilan Alibaba dan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan dari ekonomi digital. Kami akan membagikan perjalanan panjang yang telah kami lakukan selama dua dekade terakhir di Tiongkok. Perjalanan transformasional yang telah dilalui oleh perusahaan tradisional di Tiongkok juga akan menjadi pelajaran yang berharga bagi pengusaha dan pemimpin usaha Indonesia. Kami berharap, para peserta dapat menjadi lebih inovatif dan adaptif di era digital,”

Program ini terbuka untuk para pendiri, co-founder atau pemilik bisnis visioner dari perusahaan rintisan, digital, ataupun perusahaan tradisional yang telah beroperasi selama setidaknya dua tahun – pengusaha perempuan dan pengusaha berumur di bawah 45 tahun sangat direkomendasikan untuk mendaftar.

Pelatih berpengalaman di Alibaba akan menginspirasi dan memberdayakan setiap peserta untuk bia memanfaatkan teknologi digital dengan maksimal. Peserta juga akan belajar bagaimana menerapkan pengetahuan ini ke bisnis sehari-hari, dan meraih kesuksesan, baik secara lokal maupun global.

Berikut ini adalah hal-hal yang akan didapatkan oleh peserta ‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’:

Pemahaman tentang bagaimana teknologi dan kemampuan ekonomi digital dapat mendukung pembangunan nasional.
Landasan pemikiran strategis tentang visi, misi, nilai-nilai perusahaan, dan praktik-praktik manajemen tertentu dapat meningkatkan usaha, industri dan ekosistem.
Pengetahuan baru tentang evolusi ekosistem Alibaba dalam konteks nasional, termasuk kesalahan, kegagalan, dan kisah sukses yang dibagikan oleh pendiri dan pemimpin bisnis Alibaba.
Wawasan baru dari bisnis tradisional dari berbagai bidang yang sukses melewati transformasi digital di Tiongkok.
Kunjungan langsung ke lapangan dan interaksi dengan bisnis-bisnis ternama di ekosistem Alibaba, untuk memaparkan wawasan tentang inovasi terkini.

Pelatihan dan kunjungan lapangan di Hangzhou, Tiongkok ini tidak dipungut biaya namun para peserta mengurus dan menanggung biaya perjalanan, akomodasi dan keperluan pribadi masing-masing.

“Kami berharap, para peserta akan mendapatkan pemahaman lebih kuat tentang tren ekonomi digital, bagaimana memposisikan usaha mereka, serta perspektif baru sebagai pemimpin usaha setelah menyelesaikan program pelatihan ini. Mereka memiliki misi, tidak hanya untuk menerapkan hasil belajar tersebut pada bisnis mereka; namun juga untuk membagikan pengetahuan baru untuk komunitas bisnis yang lebih luas. Mereka juga bisa bekerja dengan sektor publik dan swasta untuk memperkuat manfaat ekonomi digital di Indonesia,” tambah Wong. (ist)

Leave a Reply

Berikan Komentar

%d blogger menyukai ini: