Agus Darma Putra: Ingin Lestarikan Kecak

(Baliekbis.com), Belajar tari Kecak memang tak terlepas dari arahan kedua orangtuanya. Namun Agus yang memiliki nama lengkap Agus Darma Putra  ini juga ingin melestarikan seni budaya Bali itu melalui tari Kecak. Menurut siswa kelas V SD kelahiran Denpasar 30 Agustus 2007 ini, ia mulai menekuni dunia tarian terutamanya  tari kecak pada usia 8 tahun di Sanggar Tari Kekeran Budaya Sesetan. “Agus belajar tari kecak merupakan arahan dari kedua orangtuanya dengan maksud agar kelak bisa memahami dan melestarikan nilai luhur seni budaya Bali,” kata ibunya, Ni Wayan Sari Galung, Senin (19/6/2017).

Walau Agus tampak pendiam, namun Agus memiliki prestasi yang bagus di sekolahnya. Ia selalu memperoleh peringkat I di kelas. Agus juga selalu patuh serta taat beribadah sehingga ia sangat disayang kedua orangtuanya. Dunia tarian terutamanya  tari kecak kini boleh dikatakan menjadi hobinya. Tiada hari yang ia lewatkan tanpa belajar tari. Selain di sanggar, Agus juga melatih diri di rumahnya. Maka tak mengherankan ia dipercaya tampil dalam sejumlah event. ” Agus juga sering pentas pada pagelaran seni budaya yang digelar setiap minggunya oleh Pemerintah Kota Denpasar,” tambah Sari Galung yang juga memilki Yayasan TK Paud Sari Gurita Sesetan.

Namun sebagai anak-anak, bungsu dari lima bersaudara ini juga tak beda jauh dengan bicah seusianya yang juga membutuhkan  banyak kasih sayang. Contohnya, ketika apa yang menjadi keinginannya tidak terpenuhi ia mulai menunjukkan karakternya,  pendiam. “Mungkin karena anak bungsu, maka mau tidak mau apa yang menjadi keinginannya pasti diberikan sesuai dengan kemampuan kedua orangtuanya,” imbuh sang ibu. Dijelaskan, Agus belajar menari tari kecak rutin dilakukan seminggu 3 kali selepas pulang sekolah di Sanggar Tari Kekeran Budaya Sesetan. Ia juga belajar tari kecak di rumah dengan langsung memanggil guru les tarinya. Memang untuk anak seusianya tentu membutuhkan banyak waktu untuk bermain.”Namun karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka waktu bermain dilakoninya setelah tugas dan kewajibannya selesai,” jelasnya. Selain belajar dan menari, kalau ingin bermain, ia mengisinya dengan bermain game online.  (sus)

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.